KESAMBEN, BlitarRaya.com – Warga Dusun Jajagan, Desa Jugo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, menyambut baik dimulainya proyek pembetonan ruas jalan Jajagan-Brongkos pekan ini.
Realisasi pembetonan jalan itu diharapkan akan menjawab keresahan warga khususnya Jajagan atas kerusakan jalan yang selama ini terus terjadi akibat dilalui truk-truk bermuatan puluhan ton yang keluar masuk pabrik gula PT Rejoso Manis Indo (RMI) di Desa Rejoso.
Kabar gembira bagi warga Jajagan itu disampaikan langsung Bupati Blitar Rijanto saat melihat langsung ruas jalan Jajagan-Brongkos pada Kamis (8 Januari 2026) lalu.
Salah satu tokoh warga Jajagan, Baidah Badarudin atau yang akrab disapa Kaji Obet, mengatakan bahwa warga Jajagan menyambut baik dimulainya proyek penguatan dan peningkatan ruas Jajagan-Brongkos dengan konstruksi beton.
“Saya dan seluruh warga Jajagan dan sekitar gembira mendengar kabar baik ini,” ujar Obet saat ditemui BlitarRaya.com, Sabtu (10 Januari 2026).
“Semoga direalisasikan pembetonan jalan sehingga kerusakan jalan yang begitu cepat dan terus terjadi bisa berhenti,” imbuhnya.
Baca juga: 5 Tahun Jalan Rusak sejak Pabrik Gula RMI Berdiri, Warga Jajagan Blitar Geram
Jika proyek pembetonan jalan ruas Jajagan-Brongkos itu telah selesai, maka jalur dari lokasi pabrik gula RMI di Desa Rejoso, Kecamatan Binangun hingga ke jalan nasional di Brongkos, Kesamben, akan seluruhnya berupa jalan beton yang kuat menahan beban kendaraan besar RMI.
Dengan demikian, lanjut Obet, warga Jajagan dan sekitarnya tidak akan lagi merasa resah dan melakukan aksi protes atas kerusakan jalan yang sangat mengganggu dan membahayakan.
“Karena selama ini warga Jajagan demo itu kan karena kerusakan jalan sudah mengganggu aktivitas warga dan membahayakan,” ujarnya.
“Kalau kerusakan jalan tidak lagi terjadi, tentu warga tidak akan lagi protes. Sebaliknya, warga pasti akan berterima kasih kepada pemerintah dan pihak lain atas realisasi pembetonan jalan ini.”
Baca juga: Pengadilan Upayakan RJ bagi Belasan Terdakwa Penyerangan Mapolres Blitar Kota
Menurut Obet, selama ini warga Jajagan merupakan yang pertama memprotes kerusakan jalan yang terus terjadi sejak pabrik gula PT RMI berdiri sejak sekitar 2019.
Ketika protes direspons pemerintah dengan pembetonan jalan dari wilayah Binangun dan lokasi pabrik gula RMI mulai dilakukan, jalan di Jajagan belum tersentuh.
Pada pembetonan tahap kedua, proyek malah dibelokkan dari simpang tiga Ngembul ke barat, bukan dilanjutkan ke arah Brongkos agar jalan di Jajagan ikut dibeton. Padahal, jalan di Jajagan merupakan bagian dari jalur akses utama dari jalan nasional ke pabrik gula RMI.
“Meskipun jalan Jajagan dapat giliran paling akhir, tidak masalah. Yang penting benar-benar pembetonan jalan ini akan tuntas hingga tersambung ke jalan nasional di Brongkos,” ungkap Obet.
Baca juga: Pengelolaan Wisata Pantai Serang Blitar Dinilai Tak Transparan, Warga Desa Protes
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, Hamdan Zulfikri Kurniawan, mengatakan pembetonan jalan ruas Jajagan-Brongkos mendapat alokasi dana Rp 20 miliar melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD).
Proyek peningkatan dan penguatan jalan dengan konstruksi beton selebear 6 meter itu, kata Hamdan, akan menyambungkan bagian jalan di Jajagan yang telah lebih dulu dibeton untuk dilanjutkan ke arah Brongkos.
Namun, lanjutnya, anggaran dari pemerintah pusat yang telah disetujui itu hanya akan cukup untuk pembetonan sepanjang 2,3 kilometer.
“Jadi nanti belum bisa menyambung penuh ke jalan nasional di Brongkos. Masih ada sekitar 500 meter ruas jalan yang belum ter-cover,” ungkapnya.
Meski demikian, kata Hamdan, Bupati Rijanto beberapa hari lalu telah bersurat ke Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional di Surabaya berisi permintaan anggaran tambahan guna menutup kekurangan 500 meter panjang ruas jalan yang belum ter-cover proyek pembetonan jalan.
“Semoga surat Bapak Bupati segera direspon positif agar ruas jalan Jajagan-Brongkos bisa seratus persen jalan beton yang kuat,” pungkasnya. (asp/asp)


