BLITAR, BlitarRaya.com – Penerimaan pajak dari tambang Mineral Bukan Logam dan Batuan ke kas Pemerintah Kabupaten Blitar, Jawa Timur di 2025 melonjak tajam.
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Blitar mencatat penerimaan pajak tambang MBLB di 2025 mencapai Rp 2,24 miliar atau naik lebih dari 6 kali lipat dibandingkan penerimaan di 2024 sebesar Rp 364 juta.
Kepala Bapenda Kabupaten Blitar, Asmaning Ayu, mengatakan bahwa lonjakan penerimaan pajak tambang MBLB menjadi wujud nyata keberhasilan strategi optimalisasi pajak yang dilakukan.
“Ini karena beroperasinya pos-pos pengawasan angkutan tambang MBLB yang kita dirikan,” ujar Ayu saat ditemui di Pendopo Ronggo Hadi Negoro, Kota Blitar, Rabu (14/1/2026).
Ayu merujuk pada 10 pos pengawasan yang berfungsi memeriksa kepemilikan Surat Tanda Pengambilan (STP) oleh pengemudi truk pengangkut hasil tambang.
Saat mengangkut hasil tambang, pengemudi truk harus menyerahkan lembar STP kepada petugas pos.
Pos-pos pengawasan MBLB ini mulai beroperasi sekitar awal semester kedua 2025. Hingga akhir Desember 2025, terdapat 10 pos.

Menurut Ayu, jika tidak dikurangi bagian bagi hasil untuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sebenarnya jumlah penerimaan pajak MBLB di 2025 mencapai sekitar Rp 2,6 miliar.
“Jadi Rp 2,24 miliar itu nilai penerimaan pajak yang masuk ke RKUD (rekening kas umum daerah) kita,” ungkapnya.
Dibandingkan dengan target penerimaan di 2025 sebesar Rp 1,8 miliar, realisasi penerimaan 125 persen melampaui target.
Dari penerimaan sebesar Rp 2,24 miliar itu, terangnya, sebanyak Rp 61,4 persennya atau Rp 1,4 miliar berasal dari tambang pasir di wilayah Kabupaten Blitar bagian utara.
Sekitar 20 persen lainnya berasal dari tambang batuan kapur yang ada di wilayah Kabupaten Blitar bagian selatan.
Ayu mengatakan bahwa pihaknya telah memasang target penerimaan pajak MBLB di 2026 sebesar Rp 3 miliar.
Bapenda Kabupaten Blitar, ujarnya, optimistis target akan tercapai dengan adanya penambahan pos pengawasan sebanyak 4 buah.
“Akhir Desember 2025 kita tambah 4 pos. Jadi sekarang beroperasi 10 pos di utara dan 4 pos di sepatan,” ujarnya. (asp)


