Senin, 1 September 2025 | 03:58 WIB
22.8 C
Blitar

Sebut Situasi Mencekam, Mahfud MD Serukan Ini kepada Rakyat dan Aparat agar Negara Selamat

-- advertisement --spot_img
-- advertisement --spot_img

BlitarRaya.com Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, menyerukan hal krusial kepada rakyat dan aparat terkait eskalasi unjuk rasa yang berujung ricuh di sejumlah daerah. 

Mahfud menyebut situasi saat ini sudah mencekam sehingga harus segera diupayakan penyelesaiannya.

“Situasi sekarang ini mencekam karena peristiwa di DPR yang menimbulkan banyak korban dan kerusuhan yang meluas di Tanah Air sehingga harus segera diselesaikan oleh pihak yang berwenang dan berwajib,” ujarnya di kanal YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (30 Agustus 2025) petang.

Mahfud menyatakan memberikan dukungan 100% terhadap gerakan protes masyarakat sebagai hak konstitusional.

“Kita tentu mendukung demo-demo dan protes itu, seratus persen mendukung jika ada anggapan kesalahan dari para pengelola pemerintahan dan lembaga-lembaga politik. Kita setuju, perkeras saja protes. Kita mengerti itu,” ujarnya.

Meski begitu, Mahfud menyayangkan aksi massa yang terjadi telah melampaui batas dan menimbulkan korban. 

“Satu, sudah menewaskan Saudara Affan, yang di DPR itu. Jangan lupa, di Makassar, hari ini diberitakan tiga orang tewas, ketika gedung DPRD diserbu oleh massa dan dibakar. Di Bandung, polisi dikejar-kejar oleh massa, sampai lari berhamburan, ditendang,” ungkap Mahfud.

Baca juga:

Bukan hanya itu. Di Jakarta, lanjut Mahfud, ada video beredar yang menayangkan seorang peserta demo ditangkap oleh sekelompok Brimob, dibawa ke fly over lalu ditendang dan dipukuli.

“Banyak pula polisi yang berbaring di rumah sakit dalam keadaan luka parah. Bahkan ada polisi yang diculik dari Brimob Metro yang wajahnya luka luar biasa dan badannya dipaku,” imbuh Mahfud.

Sementara itu, di jalan-jalan, Mahfud melihat banyak bangkai mobil dan bekas bangunan dijebol karena penjarahan. “Terutama tadi pagi ketika saya lewat menuju bandara Halim,” ungkapnya.

Menurut Mahfud, akar masalah dari situasi ini adalah akumulasi kekecewaan masyarakat akibat banyak kebijakan pemerintah yang menimbulkan protes, perilaku politisi yang dinilai arogan, dan penegakan hukum yang tidak jelas.

“Nah ini supaya diselesaikan agar tidak semakin rumit,” tegasnya. 

Sama-sama Jadi Korban

Mahfud menilai aparat dan rakyat menjadi korban dalam masalah ini. “Polisi jadi korban, rakyat jadi korban,” ujarnya.

Karena itu, Mahfud menyerukan agar keduanya berhenti berhenti bermusuhan. “Wahai seluruh rakyat, aparat itu bukan musuh Anda. Wahai aparat, rakyat itu bukan musuh Anda,” ucapnya.

“Para demonstran, saya tetap mendukung, tapi tetap terukur juga, agar negara ini selamat. Kepada petugas lapangan juga supaya tidak sewenang-wenang,” imbuhnya. 

Terkait aparat, Mahfud menyebut mereka hanya menerima tugas, tidak mengambil keputusan politik. Mereka hanya korban yang menanggung akibat dari kebijakan dan para pejabat dan pemimpin korup.

Mahfud memahami bahwa petugas lapangan dalam kondisi terjepit: antara mengamankan situasi yang diperintahkan atasan dan menghadapi massa yang sangat marah.

Namun ia menegaskan bahwa atasan harus bertanggung jawab. “Dalam memberi komando itu supaya cermat di ari waktu ke waktu, jangan sampai terjadi korban di kalangan aparat dan rakyat,” ujarnya. (mr)

Jangan Lewatkan

-- advertisement --spot_img
spot_img